|
Written by Muhammad Fakhrurrozi
|
|
Tuesday, 19 May 2009 20:34 |
|
Assalamualaiku m warahmatullah wabarakatuh, kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda dg kesejahteraan, Saudara saudaraku yg kumuliakan, Sebenarnya saya sungkan membahas permasalahan ini, namun atas banyaknya desakan permintaan jamaah dan Publik agar saya memberi tanggapan atas Thariqah Naqsyabandi Haqqani, maka saya selaku Khadim Majelis Rasulullah saw, memberikan sekilas tanggapan.
Perlu diketahui bahwa Thariqah (tarekat) adalah metode untuk mencapai kedekatan pada Allah swt, dan Thariqah sangat banyak, ada yg benar dan ada yg sesat. Saya selaku pengikut Thariqah Alawiyyah yg Thariqah ini menjadi induk dari semua Thariqah, ingin memperjelas bahwa Thariqah Alawiyyah berjalan sesuai Alqur'an dan Hadits, ia adalah Thariqah yg memadukan antara Syariah dan Haqiqah, sedangkan sebagian Thariqah lainnya kebanyakan lebih condong kepada Haqiqah semata, dan banyak yg menyepelekan syariah, dan sebagian lainnya mendahulukan haqiqah daripada syariah.
|
|
Written by Muhammad Nurul Arsy
|
|
Wednesday, 15 April 2009 07:15 |
Dengan segenap Puji bagi Maha Raja Tunggal Sekalian Alam Semesta, dan Limpahan Shalawat atas Imam Tunggal yg terpilih memimpin di dunia dan di Akhirat, Sayyidina Muhammad beserta keluarga dan Sahabat beliau, dan para penerusnya hingga akhir zaman.
Betapa tak tergambarkan kegembiraan ratusan ribu sanubari muslimin di wilayah Indonesia ketika mendengar bahwa semakin dekatnya kunjungan berkala tahunan sang Imam, Alhabib Al Allamah Assayyid Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh, Guru yg selalu membimbing dengan kelembutan, dan mencirikan Kelembutan ajaran sang Nabi saw, yang siang dan malamnya adalah membimbing ratusan santri dari mancanegara, dan di akhir malamnya adalah tegak dengan kesendirian, hanya berduaan dengan Maha Raja Tunggal di Alam, dan mengakhiri malamnya dengan kedua tangan terangkat tinggi bermunajat dan mengemis curahan Rahmat bagi para muridnya, dan seluruh muslimin.
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 14 April 2009 00:09 |
|
Alhamdulillah pada bulan April 2009 yang bertepatan dengan bulan Rabiul Akhir 1430 H, kita kembali akan kedatangan tamu agung, yaitu Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, dari Tarim Hadramaut. Beliau akan melakukan kunjungan da’wah beliau khususnya untuk melakukan ijtima’ dengan ulama dari berbagai daerah di Indonesia.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini memang Habib Umar bin Hafidz singgah ke Indonesia selama dua kali, yang pertama Beliau hadir pada bulan Januari yang lalu atau bertepatan dengan bulan Muhamrram 1430 H, dan yang kedua beliau InsyaAllah hadir pada pertengahan bulan April yang jadwalnya terlampir dibawah ini.
InsyaAllah dengan hadirnya guru mulia kita tersebut, banyak manfaat yang bisa kita terima khususnya buat kita pribadi, Umat Islam dan Bangsa Indonesia pada umumnya.
|
|
Written by Wahyu Dwi Purnomo
|
|
Tuesday, 07 April 2009 07:06 |
|
Tokoh ulama yang khumul lagi wara`, pemuka dan sesepuh habaib yang dihormati, Habib Anis bin Alwi bin Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi rahimahumullah telah kembali menemui Allah s.w.t. pada tanggal 14 Syawwal 1427 H bersamaan 6 November 2006 dalam usia kira-kira 78 tahun. Habib Anis sewaktu hayatnya sentiasa mengabdikan dirinya untuk berdakwah menyebarkan ilmu dan menyeru umat kepada mencintai Junjungan Nabi s.a.w. Beliau menjalankan dakwahnya berdasarkan kepada ilmu dan amal taqwa, dengan menganjurkan dan mengadakan majlis-majlis ta’lim dan juga majlis-majlis mawlid, dalam rangka menumbuhkan mahabbah umat kepada Junjungan Nabi s.a.w. Selain berdakwah keliling kota, sehingga muridnya menjangkau puluhan ribu orang di merata-rata tempat. beliau memusatkan kegiatan dakwah dan ta’limnya di masjid yang didirikan oleh ayahanda beliau, al-Habib Alwi bin ‘Ali al-Habsyi, yang dikenali sebagai Masjid ar-Riyadh, Gurawan, Pasar Kliwon, Solo (Surakarta), Jawa Tengah. Dalam majlis-majlis ilmu yang lebih dikenali sebagai rohah, dibacakan kitab-kitab ulama salafus sholeh terdahulu termasuklah kitab-kitab hadits seperti “Jami`ush Shohih” karya Imam al-Bukhari, bahkan pengajian kitab Imam al-Bukhari dijadikan sebagai wiridan di mana setiap tahun dalam bulan Rajab diadakan Khatmil Bukhari, iaitu khatam pengajian kitab “Jami` ash-Shohih” tersebut. Setiap malam Jumaat pula diadakan majlis mawlid dengan pembacaan kitab mawlid “Simthuth Durar” karya nenda beliau yang mulia al-Habib ‘Ali bin Muhammad al-Habsyi. Manakala setiap malam Jumaat Legi diadakan satu majlis taklim dan mawlid dalam skala besar dengan dihadiri ramai masyarakat awam dari pelbagai tempat yang terkenal dengan Pengajian Legian, di mana mawlid diperdengarkan dan tausyiah-tausyiah disampaikan kepada umat.
|
|
Written by Rahadian
|
|
Sunday, 05 April 2009 19:59 |
"Jika muncul fitnah bahwa Majelis Rasulullah berpolitik silahkan mereka boleh memfitnahnya tapi di mata saya, dari mata kita, semua panji akan runtuh di hari kiamat kecuali panji Sayyidina Muhammad Saw yang harus ditegakkan di semua kalangan masyarakat dari kalangan masyarakat terbawah sampai masyarakat tertinggi, semua harus mengenal Muhammad Rasulullah Saw" Pernyataan itu disampaikan Habib Munzir Al Musawa dalam tausyiahnya di Masjid Raya Almunawar Pancoran Jakarta Selatan, pada tanggal 16 Maret 2009 lalu. Pernyataan ini menepis anggapan Keberpihakan Majelis Rasulullah pada salah satu partai politik peserta pemilu.
Dalam kesempatan yang berbeda, Habib Munzir meminta pada Jamaah Majelis rasulullah SAW agar jangan kaget bila beliau hadir di banyak acara partai politik yang berbeda-beda, "Saya tak berani menolak, sebab ketika mereka (parpol, red)banyak mengadakan acara yang penuh muatan dosa, lalu saya diminta memberi peringatan melalui tausyiah. Sungguh, ini untuk dakwah Sayidinna Muhammad SAW. saya ingin menyeru mereka (partai politik, red) untuk dekat dan memahami sunnah Sang Nabi SAW, untuk lebih peduli pada Islam".
|
|
|